Perutmu juga bisa lumpuh!

“Makan adalah salah satu kebutuhan paling dasar seseorang… Namun, beberapa penyakit bahkan bisa membuat makan menjadi sulit dan bahkan makan bisa berubah menjadi siksaan. Kelumpuhan lambung, yang membuat setiap gigitan yang dilempar ke dalam mulut menjadi tugas yang sulit bagi perut. , Spesialis Bedah Umum. "

Apa itu kelumpuhan perut?

Kelumpuhan lambung, disebut juga kemalasan perut, dalam bahasa kedokteran disebut gastroparesis. Pada dasarnya, kelumpuhan lambung, yang terjadi akibat perut tidak menjalankan fungsinya, adalah penurunan atau penghentian total gerakan perut. Keadaan ini membawa serta gangguan sistem pencernaan. Karena perut mulai tidak mengirimkan makanan yang dicerna ke usus kecil. Ini dapat dilihat sebagai ketidaknyamanan perut yang sederhana karena keluhan yang dibuatnya di masa lalu, tetapi jika tidak ditangani, dapat memiliki konsekuensi yang lebih serius.

Bagaimana kelumpuhan perut terjadi?

Dalam kondisi normal, kontraksi yang terlihat di perut memecah makanan menjadi potongan-potongan kecil dan mengirimkannya ke usus kecil untuk diserap. Dalam kasus di mana kelumpuhan lambung berkembang, perut tidak dapat mengirim makanan yang dicerna ke usus kecil, dan bakteri mulai berkembang biak saat makanan tetap di perut dan berfermentasi. Beberapa makanan yang tidak tercerna membeku dan menutup pintu masuk lambung. Inilah alasan mengapa pasien merasa mual dan muntah.

Apa penyebab kelumpuhan perut?

Pergerakan perut yang memungkinkannya memecah nutrisi mengontrol saraf vagus. Ketika vagus rusak atau fungsinya berkurang, tidak terjadi kontraksi dan terjadi kelumpuhan lambung. Meskipun tidak diketahui secara pasti mengapa pembentukan ini terjadi, beberapa faktor efektif dalam munculnya penyakit tersebut. Ini;

  • Diet yang salah,
  • Infeksi virus
  • Diabetes,
  • Operasi bedah,
  • Penyakit sistem saraf pusat,
  • Beberapa obat yang mengurangi kontraksi usus,
  • Penyakit jaringan kolagen.

Apa saja gejala kelumpuhan perut?

Meski kelumpuhan perut paling sering terjadi pada wanita, namun bisa ditemui pada semua orang. Seseorang mungkin mengalami kelumpuhan perut sekali dalam hidupnya, keadaan ini bisa datang dalam kondisi kronis. Gejalanya adalah sebagai berikut;

  • Mual,
  • Bau mulut
  • Muntah,
  • Sakit perut,
  • Maag,
  • Muntah,
  • Perut kembung,
  • Tidak mau makan,
  • Kehilangan selera makan,
  • Menjadi kenyang dengan makan lebih sedikit,
  • Tingkat gula darah rendah,
  • Ini adalah melemahnya sistem kekebalan.

Bagaimana cara mendiagnosis kelumpuhan perut?

Pertama-tama, pemeriksaan fisik dilakukan sesuai dengan keluhan pasien. Berbagai tes dan metode pencitraan diminta untuk evaluasi yang lebih akurat. Tes darah dilakukan untuk mendeteksi masalah yang disebabkan oleh malnutrisi. Selain itu, pencitraan endoskopi dan radiologi, elektrogastrografi, pengukuran waktu pengosongan lambung, smartpill, manometri gastroduodenal diminta untuk mencapai hasil yang benar.

Bagaimana cara mengobati kelumpuhan perut?

Cara pengobatan bervariasi sesuai dengan usia pasien, toleransi terhadap obat yang digunakan dan tingkat penyakit. Karena kelumpuhan lambung merupakan penyakit kronis, aplikasi yang akan diterapkan tidak menghilangkan penyakit tetapi mengontrol keluhannya. Pada titik ini, selain obat-obatan medis, metode bedah dan endoskopi, aplikasi diet merupakan pendekatan utama pengobatan.

Kelumpuhan perut & hubungan nutrisi

Orang dengan kelumpuhan lambung harus sangat berhati-hati dengan nutrisi dan menghindari malnutrisi. Pada titik ini, penderita kelumpuhan lambung dapat memasukkan tip-tip berikut dalam hidup mereka. Ini;

  • Makanan harus banyak dikunyah saat makan,
  • Porsi harus dikurangi agar perut lebih cepat kosong,
  • Karena makanan berlemak sulit dicerna, konsumsi makanan berlemak harus dibatasi,
  • Karena makanan berserat akan lebih banyak bertahan di perut, makanan berserat harus dihindari,
  • Hindari makanan keras seperti kacang-kacangan,
  • Konsumsi alkohol harus dikurangi.