Kode Warna Sayuran dan Buah

"Banyak dari kita tahu seberapa sering kita harus makan dalam sehari. Di sisi lain, tampaknya selera kita tidak terlalu mengasyikkan. Jadi kita makan apa pun yang kita makan dalam lingkaran setan yang sama."

"Ada beberapa fitokimia unik (atau pengobatan herbal) yang bervariasi dari warna ke warna. Masing-masing bahan ini memiliki tujuan berbeda dalam melindungi kesehatan Anda." Keuntungan yang Anda peroleh akan terbatas, "katanya.

Warna sayuran apa yang cocok untuk Anda?

Tidak ada satu warna pun yang perlu dipertimbangkan saat memilih buah atau sayuran. Jadi tidak ada yang lebih unggul dari yang lain. Anda membutuhkan berbagai macam warna, menurut Grotto.

HIJAU Hijau mengandung fitokimia yang memiliki efek pencegahan kanker; seperti isothiocyanate. Hijau, yang juga mengandung dua antioksidan penting yang disebut lutein dan zeaxanthin, diketahui dapat mengurangi risiko degenerasi makula (penyakit retinal yang juga dikenal sebagai degenerasi makula). KUNING: Makanan berwarna kuning merupakan simpanan vitamin C lengkap, yang membantu menyembuhkan luka serta penyakit kulit yang disebabkan oleh beberapa radikal bebas. JERUK: Makanan jeruk yang mengandung beta karoten membantu sistem kekebalan tubuh. Buah-buahan dalam keluarga jeruk juga melindungi kesehatan mulut. MERAH: Makanan merah mengandung likopen, yang dikenal efektif melawan kanker, dan asam ellagic, yang mengurangi kerusakan DNA. Tentang warna merah, Grotto mengatakan: "Flavonoid (ditemukan berlimpah di stroberi dan ceri) adalah zat yang memberi makan sistem pertahanan antioksidan. Mereka melindungi sel dan bahkan menunda penuaan sel."BIRU DAN UNGUSpesies anggur dan kubis ungu mengandung antosianin. Antosianin adalah pigmen warna, tetapi juga dikenal untuk melindungi sel dari efek oksidatif dan menunda penuaan. Menurut Grotto, komponen yang membuat makanan berwarna gelap juga memiliki efek anti kanker.PUTIHBawang pasir, daun bawang, dan bawang putih mengandung dua komponen yang disebut alicin dan quercetin, yang keduanya mengurangi risiko penyakit jantung dan memperkuat fungsi sistem kekebalan tubuh. Zat yang disebut sulforaphane yang ditemukan dalam kembang kol juga membantu mengurangi risiko kanker.