Apakah mengoleskan cologne di wajah melindungi dari virus?

ÔÇťAkibat virus corona, penggunaan disinfektan dan cologne sudah menjadi hal yang sangat umum. Produk yang digunakan untuk tangan ini terkadang digunakan untuk wajah akibat virus. Salah satunya adalah cologne. Nah, betulkah menggunakan cologne ini? wajah? Spesialis Dermatologi Dr. Dosen Gürkan Yardimci menjelaskan. "

Penting untuk mengevaluasi kebersihan wajah seperti halnya mencuci tangan. Kontak produk seperti cuka, cologne, tisu basah, disinfektan tangan atau permukaan, dan tingtur yodium pada kulit wajah dapat menyebabkan kulit wajah kering, kemerahan, bahkan eksim pada wajah maupun tangan. Ini memfasilitasi penularan virus corona dari kulit yang rusak dan menimbulkan risiko serius.

Coronavirus merupakan penyakit yang sering ditularkan setelah kontak dengan mulut, hidung dan mata. Salah satu cara terpenting untuk mencegah penyakit ini adalah kebersihan tangan. Bentuk kebersihan tangan yang paling ideal adalah mencuci tangan dengan sabun dan air hangat, termasuk pergelangan tangan, setidaknya selama 20-30 detik. Jika tangan tidak dapat dicuci dengan sabun, disinfektan tangan dan pewarna yang mengandung alkohol dapat digunakan.

Jangan lupa untuk melembabkan

Mendesinfeksi tangan dengan pemutih, cuka, atau produk kimia yang dapat mengiritasi kulit dapat menyebabkan kulit kering, kemerahan, pecah-pecah, dan bahkan eksim. Ini memfasilitasi penularan virus corona dari kulit yang rusak dan menimbulkan risiko serius. Oleh karena itu, dalam kebersihan tangan yang ideal, air dingin atau panas yang ekstrim harus dihindari, dan jika mungkin, sabun yang tidak berbau dan tidak berwarna harus lebih disukai. Dalam kasus di mana mencuci tangan tidak memungkinkan, disinfektan tangan atau cologne dapat digunakan sebagai pengganti desinfektan permukaan.

Langkah terakhir dari kebersihan tangan yang sehat adalah melembabkan kulit dan tidak boleh diabaikan. Vaseline adalah produk pelembab yang ideal. Namun, terkadang sulit digunakan karena strukturnya yang licin. Sebagai alternatif pengganti vaseline, krim pelembab dengan bahan seperti gliserin, vitamin E, minyak zaitun, minyak borage, minyak kelapa, minyak chamomile, lidah buaya, minyak argan, minyak almond, shea butter dapat digunakan oleh orang yang struktur kulitnya sesuai. .

Anda bisa memilih sabun yang mengandung minyak.

Kulit kita bertindak sebagai lapisan pelindung. Jika lapisan pelindung ini rusak, maka akan terjadi pengerasan, keausan, pengeringan dan keretakan pada kulit kita. Terlalu banyak mencuci tangan, menggunakan produk yang salah dan tidak menggunakan pelembab setelah mencuci tangan malah bisa menyebabkan eksim. Oleh karena itu, sabun yang berwarna putih, tidak berbau dan tidak berwarna harus digunakan saat mencuci tangan.

Namun selain produk tersebut, sabun dengan kandungan seperti vitamin E, olive oil, coconut oil, palm oil, chamomile structure, jojoba oil, aloe vera, gliserin juga bisa digunakan. Terlepas dari kandungan sabun yang digunakan, produk pelembab harus segera diaplikasikan setelah dicuci.

Dapat menyebabkan eksim di wajah Anda

Sangat penting untuk menghindari perawatan kulit yang mengiritasi. Hal terpenting untuk kebersihan wajah adalah menghindari kontak tangan dengan wajah. Setelah menyentuh wajah, wajah harus dibasuh dengan air hangat dan sabun minimal 15-20 detik. Kontak produk seperti cuka, cologne, tisu basah, disinfektan tangan atau permukaan dan tingtur yodium ke kulit wajah dapat menyebabkan kekeringan, kemerahan bahkan eksim pada wajah maupun tangan.

Terutama kelopak mata, area mulut dan tepi hidung yang ketebalan kulitnya paling tipis adalah area wajah yang memiliki risiko eksim paling tinggi. Oleh karena itu, penggunaan produk ini tidak disarankan kecuali diperlukan. Tidak boleh diabaikan untuk mengoleskan krim pelembab berbahan dasar air atau berbahan dasar minyak sesuai dengan jenis kulit orang tersebut setelah mencuci muka.